Home » Animal » Chabo Katai Jepang (1)

Chabo-01

Awalnya. Saya tidak tertarik memelihara binatang ditaman rumah. Hingga sekitar tiga tahun lalu, Arkha dan Thasya membeli anak Ayam Ras – Broiler / Gallus Domesticus – yang dicat warna-warni sepulang dari sekolah. Khawatir salah urus dan berakibat aniaya, terpaksa saya ikut serta memelihara. Dengan tujuan, mengajari mereka menyayangi binatang. Sayangnya, Ayam Ras bukanlah binatang peliharaan untuk jangka waktu yang panjang. Tak sampai setahun, tubuh mereka sudah menjadi terlalu besar. Bahkan kemudian menjadi sulit berjalan. Keadaannya yang semakin buruk dan memprihatinkan, memaksa saya untuk satu-persatu menyembelih mereka.

Arkha dan Thasya berduka akan keputusan saya ini. Tapi tak lama. Beberapa bulan kemudian, kami menerima hadiah sepasang Ayam Katai (baca: kate) hitam dari keluarga di Lampung. Arkha dan Thasya kembali memiliki binatang ditaman rumah. Pemberinya mengatakan, bahwa jenis Ayam yang ia hadiahkan adalah Serama – silangan Katai Kelantan dari Malaysia. Namun dalam identifikasi lebih lanjut, akhirnya saya menemukan Ayam kami bukanlah Serama Kelantan. Tetapi sama sekali True Japanese Bantam – Ayam Katai Jepang – yang dalam masyarakat asalnya disebut dengan Chabo.

Chabo-02

Mengenal Katai Jepang

Chabo adalah Ayam Bantam yang telah menghiasi taman-taman Aristokrat Jepang selama hampir 350 tahun. Diperkirakan telah diimport ke Jepang dari Indonesia sekitar abad ke-16 dan 17. Ayam kecil ini telah muncul dalam karya seni Jepang dari tahun 1635. Diduga Chabo datang ke Jepang sebagai hadiah dari pedagang Eropa yang berdagang rempah-rempah. Kata Bantam sendiri berasal dari kata Banten, sebuah dermaga perdagangan tua Jawa Barat. Sementara kata Chabo berasal dari kata Cebol yang berarti kerdil.  Dan Chabo peliharaan kami adalah dari varietas hitam.

Saat ini Chabo telah berkembang dalam berbagai jenis, varietas dan sebutan. Hingga saya kerap bingung sendiri mencatat ragamnya. Apalagi ditambah banyak berdirinya komunitas-komunitas Internasional penggemar dan pengembang Japanese Bantam. Seperti Amerika Serikat, Belanda, Perancis, Inggris juga Australia. Komunitas-komunitas ini memungkinkan kerjasama anggotanya untuk melahirkan hasil silangan Chabo yang lebih baru dan langka.

Chabo-03

Pemeliharaan Katai Jepang

Memelihara Chabo sungguhlah tidak terlalu berbeda dengan ayam hias lain. Hanya saya dapati, bahwa Chabo kami sangat sensitif dengan keadaan lingkungannya. Saya tidak tahu, apa ini terkait pemeliharaan sebelumnya. Mereka saya besarkan dikandang biasa, kombinasi kandang besar dan kecil. Sedapat mungkin memiliki ruang kering, sinar matahari dan udara yang cukup. Karena mereka mudah sakit dalam suhu yang dingin. Pengalaman memelihara Ayam Broiler yang menjadi terlalu gemuk, menyebabkan saya menghindari menggunakan Pelet Pur sebagai pakan.

Saya memilih Pakan alamiah, yaitu campuran Beras putih dan merah dengan perbandingan 1:2. Sebagai tambahan pakan utama, saya lengkapi juga dengan sedikit Jagung pecah dan Kacang Hijau. Saya juga memberi tambahan rutin sayuran seperti Kangkung, Katuk dan Bayam. Air yang saya gunakan hanya air tanah biasa. Ditambah Vitamin beberapa kali sebulan, terutama sekali Minyak Ikan untuk membantu keindahan bulu.

© Yordansyah Djon Gomarathonda

Protected by Copyscape Duplicate Content Checker

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *