Home » Animal » Chabo Katai Jepang (2)

Chabo-04

Seperti yang saya sampaikan dalam catatan sebelumnya. Pemeliharaan Chabo tidaklah terlalu sulit. Saya cukup mengkombinasikan saja pakan utama dan pakan tambahan sesuai selera mereka. Namun, selain pakan tambahan umum, saya juga menambah pakan tambahan khusus, yaitu pakan tambahan musiman. Didalam musim penghujan, suhu udara sekitar kandang menjadi lebih dingin. Untuk menghindari penyakit akibat suhu dingin, saya memberi Ulat Kandang yaitu larva dari kumbang Alphitobius Diaperinus atau Lesser Mealworm. Ulat Kandang cukup ampuh untuk menaikan suhu tubuh.

Juga pakan tambahan untuk musim kawin. Apabila induk Chabo telah terlihat menyapih anaknya untuk mencari makan sendiri. Itu artinya sang induk telah siap untuk segera dibuahi pejantan untuk bertelur kembali. Disaat seperti itu saya akan menambah pakan Jangkrik – Gryllidae – dengan tujuan meningkatkan libido dan kesuburan pejantan maupun betina. Perlu dicatat, tingkat keberhasilan telur menetas pada Ayam Bantam sangat rendah. Akibat tubuh mereka yang terlalu pendek. Maka pakan tambahan khusus musim kawin ini selalu saya anggap penting.

Chabo-05

Pembiakan Katai Jepang

Dalam pengalaman pemeliharaan beberapa tahun ini. Chabo betina mampu bertelur dua hingga tiga kali setahun. Proses pembiakan chabo dibagi empat fase, yaitu bertelur, mengeram, menetas dan mendamping. Saat memasuki fase bertelur, induk Chabo bertelur setiap dua hari sekali atau lebih. Ia akan terus bertelur hingga jumlahnya mencapai sepuluh butir. Apabila telah genap sepuluh butir, induk Chabo akan memasuki fase mengeram.

Setiap fase mengeram, induk Chabo akan berpuasa dan tidak senang didekati. Biasanya saya tetap mendekatkan pakan dan minumnya selama fase ini. Fase mengeram akan berakhir ketika telur mulai menetas. Penetasan Ayam Bantam sangat sulit. Karena tubuh induk Chabo terlalu kecil menyebabkan pengeraman tidak maksimal. Dari pengalaman, induk Chabo hanya mampu menetaskan dua dari sepuluh telur yang dihasilkan.

Chabo-06

Perawatan Anak Katai Jepang

Anak Chabo memiliki resiko kematian yang tinggi. Ancaman pertama adalah udara dingin. Maka penetasan dimusim penghujan adalah sangat berbahaya. Saya seringkali harus melakukan intervensi dengan membawa masuk Induk dan anaknya yang baru menetas kedalam rumah dan memberinya lampu pemanas. Ancaman kedua adalah tersedak. Kemampuan konsumsi anak Chabo yang baru menetas adalah sangat terbatas. Maka pemberian pakan induk selama fase mendamping harus hati-hati karena induk akan memberikan makanannya kepada anaknya.

Konsumsi Anak Chabo
Pakan 0 – 7 hari adalah pelet pur yang dihaluskan
Pakan 7 – 14 hari adalah pur dan beras merah halus
Pakan 14 – 21 hari adalah pur, beras halus dan beras utuh
Pakan 21 – selanjutnya adalah pakan dewasa

Ancaman ketiga untuk Anak Chabo adalah lingkungan. Kucing dan Anjing sangat bisa menjadi predator baginya. Juga berbagai situasi dan kondisi lain yang bisa sangat membahayakan. Maka kita harus memantaunya secara intens hingga ia tumbuh cukup besar.

© Yordansyah Djon Gomarathonda

Protected by Copyscape Duplicate Content Checker

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *