Home » Plant » Tanaman Kering Sukulen (1)

Succulent-01

Saya mulai mememelihara sukulen dengan penuh keraguan semenjak Nopember 2013. Saya tulis dengan penuh keraguan, karena bahkan tempat saya membeli tanaman ini – meragukan dirinya sendiri dan tentunya diri saya pelanggannya – untuk mampu memeliharanya dengan baik. Dengan wajah serius, gadis-gadis ramah yang melayani saya ditoko tanaman mengatakan sukulen bukanlah tumbuhan biasa. Tanaman ini kerap mengalami kegagalan dalam pemeliharaan. Sukulen yang saya beli ketika itu, hanya dua pot kecil dengan harga ribuan rupiah. Dan saya telah bersiap mengikhlaskan diri untuk sebuah kegagalan dari saat pertama kali membelinya.

Tanaman Khas Tropis Kering

Dalam ilmu botani, sukulen atau succulent dikenal sebagai tumbuhan bertubuh tebal berdaging. Tanaman khas negeri tropis ekstrim kering dan gersang ini, memang bertahan hidup dengan cara menyimpan air pada daun, batang dan akarnya. Sehingga bentuknya menjadi menebal, beberapa bahkan mengeras, seakan berdaging. Bentuknya yang tak lazim dan cenderung lucu itu pula, yang membuatnya kemudian menjadikannya tanaman hias untuk berbagai jenis ruang – baik interior maupun eksterior. Orang Indonesia lebih mengkategorikan dan menyebutnya sebagai kaktus. Saya sendiri malah menganggap kaktus hanya salah satu jenis dari sukulen. Meski dalam beberapa buku botani yang saya baca, sukulen dan kaktus sama sekali dianggap tumbuhan berbeda.

Sukulen mampu hidup di alam yang bersuhu sangat ekstrim antara 52-106 derajat celcius. Dengan cara mengatur metabolisme tubuhnya, hingga menghemat kebutuhan air. Ia juga mengurangi stomata dan mampu berfotosintesis melalui batang. Memiliki bermacam jenis dan pola kulit seperti berbentuk lilin, berbulu atau berduri untuk mengurangi gerak udara pada permukaan sehingga mengurangi kehilangan air dalam tubuh serta merekayasa keteduhan. Akar sukulen sangat dekat dengan permukaan tanah, agar mudah mengambil kandungan air yang ada disekitarnya, termasuk embun dipagi hari.

Succulent-02

Adaptasi di Alam Tropis Lain

Melihat pola hidupnya yang sangat berbeda dengan tanaman kita, apakah masih mungkin sukulen tumbuh di Indonesia?. Dinegeri yang memiliki sinar matahari begitu kaya, namun sering kali turun hujan tanpa diduga, serta tingkat kelembaban yang tinggi?. Tentu saja bisa, tetapi dengan memposisikannya berkesesuaian dengan sifat dasarnya. Sukulen tidak dapat kita paksa ditanam ketanah kita yang lembab dan basah. Ia hanya mungkin kita tanam dalam pot dengan media tanam yang menyerupai habitat aslinya. Sukulen tidak dapat kita letakan dihalaman, ia harus terlindung dari hujan dan sinar matahari yang berlebihan. Sukulen juga tidak dapat diletakan didalam ruang interior yang terlalu gelap (kurang cahaya matahari) terlalu lama. Habitat paling cocok bagi sukulen di Indonesia adalah ruang serambi rumah (terrace), cukup terlindung dari hujan, mendapatkan pantulan sinar matahari hingga 12 jam sehari, serta mudah dilalui angin yang mampu mengusir kelembaban.

Benarlah kata gadis-gadis yang menjual tumbuhan ini kepada saya beberapa waktu yang lalu. Tanaman ini memang tidak biasa. Satu bulan pertama dari pembelian, salah satu sukulen yang saya pelihara berubah bentuk. Dan kemudian berakhir dengan kematiannya yang mengenaskan. Namun satu tumbuhan sukulen lain dapat bertahan hidup, bahkan hingga saya menulis tulisan ini. Keberhasilan saya mempertahankan nyawa salah satu sukulen tersebut membuat saya bersemangat. Setelah pembelian pertama, saya sudah beberapa kali membeli berbagai jenis sukulen berpuluh pot untuk rumah. Gagal dan berhasil tentu masih terjadi, namun menambah banyak pengetahuan saya terhadap tumbuhan gurun ini.

© Yordansyah Djon Gomarathonda

Protected by Copyscape Duplicate Content Checker

One thought on “Tanaman Kering Sukulen (1)

  1. Herlina says:

    Makasi banyak infonya, berguna sekali. Saya baru mulai rawat sukulen. Beberapa hari lalu saya beli langsung puluhan pot kecil karena gemes, bentuknya juga lucu. Tapi sekarang saya merasa sulit sekali peliharanya. Sudah beberapa hari ada di dalam rumah dan kelihatannya jadi ga sehat, jadi saya jemur tapi kelamaan, sekarang beberapa daunnya jadi sunburn 🙁 langsung berubah kuning. Jadi langsung saya siram air sedikit. Sampai sekarang belum ada yang mati. Kalau ada tips2 lagi mohon infokan ya gan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *