Home » Plant » Tanaman Kering Sukulen (2)

Succulent-03

Menanam Sukulen

Seperti yang saya tulis pada seri pertama, bahwa kita tidak dapat memaksakan untuk menanam sukulen ketanah kita yang cenderung basah dan lembab. Karena itu bertolak belakang dengan habitat asli sukulen yang bertanah kering dan tandus. Jumlah air berlebih dan kelembaban tinggi akan menyebabkan sukulen mati.

1. Wadah Tumbuh
Menggantikan tanah halaman maka kita menggunakan wadah tumbuh. Bisa berbentuk pot, vas atau guci. Yang besarannya disesuaikan dengan ukuran tumbuhan sukulen kita. Sangat penting diperhatikan bahwa wadah tumbuh tersebut harus berlubang-lubang dibagian bawah. Lubang tersebut untuk mengeluarkan air pada saat penyiraman. Dan juga membantu mengeluarkan hawa lembab dari media tanam pada saat masa pengeringan. Air yang tertahan menyebabkan media tanam terlalu basah dan lembab. Maka kita harus perhatikan bahwa lubang-lubang cukup memadai.

2. Media Tanam
Menyesuaikan dengan habitat sukulen kita memerlukan media tanam yang kering dan tidak mengikat air. Saya dirumah menggunakan sekam bakar dan pasir malang 1:1 yang saya aduk rata. Media tanam pilihan ini tidak mahal dan cukup tahan lama. Saya mengganti media tanam antara 3-6 bulan dengan melihat kualitas media tanam dan kualitas tumbuh tanaman. Terlalu sering mengganti media tanam juga tidak baik. Pastikan media tanam bersih dan tidak basah.

3. Pemupukan
Kelemahan penggunaan wadah tumbuh adalah mudah habisnya unsur penyubur didalam media tanam. Maka untuk menjaga kesuburan dan daya tumbuh kita harus selalu melakukan pemupukan pada tanaman pot. Begitu pula yang harus dilakukan pada tanaman sukulen. Tetapi perlu diingat bahwa sukulen berhabitat asli kering dan miskin unsur penyubur. Saya menggunakan butiran penyubur NPK (Nitrogen Fosfor Kalium) padat hanya 5 butir pertiga bulan. Bisa langsung atau dihaluskan dahulu, lalu ditanam pada bagian tepi pot. Hindari penggunaan pupuk kandang, karena sifatnya yang basah dan lembab.

Menyiram Sukulen

Succulent-04

Sebagai tanaman kering, penyiraman adalah bagian yang paling penting dan sensitif. Prinsip penyiramannya sederhana, terlalu basah mati, terlalu kering juga mati, jadi harus diantaranya. Kematian tanaman sukulen saya yang pertama kali salah satunya akibat salah dalam teknik penyiraman. Didalam komunitas sukulen saya pernah membaca rekomendasi menyiram dengan menggunakan botol air spray. Yaitu disiram dengan durasi perdua-tiga hari, satu kali spray (semprot). Saya sempat menggunakan teknik ini tetapi tidak efektif, karena keterbatasan waktu.

Saat ini saya menggunakan teknik penyiraman mingguan, satu-dua minggu satu kali siram. Tergantung pada cuaca rumah. Penyiraman saya lakukan dipagi hari dengan perhitungan ada cukup waktu dan cukup panas untuk masa pengeringan. Kalau penyiraman dilakukan sore atau malam hari, masa pengeringan akan melambat karena suhu turun, tidak ada matahari dan kelembaban naik. Beberapa kegiatan yang lakukan selama penyiraman dan masa pengeringan antara lain:
1. Lihat kondisi hari. Sinar matahari cukup atau tidak. Kalau hujan saya memilih tidak melakukan penyiraman.
2. Kumpulkan seluruh pot sukulen pada daerah semi-terbuka yang dilalui gerak matahari pagi.
3. Siram seluruh sukulen, baik tumbuhan maupun media tanam.
4. Biarkan sukulen terjemur pada matahari pagi. Kalau bisa terhindar dari sinar matahari siang yang terlalu terik. Karena tumbuhan akan terbakar dan kering pada bagian ujungnya.
5. Setelah terjemur 6 jam atau lebih, limpahan air disekitar pot sudah kering. Kembalikan sukulen ketempat mulanya.

Apabila anda memiliki cukup waktu anda bisa menguji coba teknik penyiraman dengan interval waktu yang lebih dekat. Tetapi pastikan bahwa media tanam harus benar-benar telah kering. Masukan jari kedalam media tanam, apabila terasa kering artinya tanaman telah siap untuk disiram.

© Yordansyah Djon Gomarathonda

Protected by Copyscape Duplicate Content Checker

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *